TERKEJUT...
PRIHATIN...
SEDIH....
MARAH...
KECEWA....
Itulah ekspresi saya saat membaca artikel di internet hari ini..Yang mana Islam sudah jauh menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya dan semua itu hanya karena emosi dalam pilkada yaitu DKI...Sangat disayangkan sekali bahwa ada seorang nenek yang meninggal dunia tapi jenazahnya justru ditelantarkan oleh pihak mushalla saat mau dishalatkan dan akan dikuburkan dengan berbagai alasan yang bagi saya sangat tidak rasional dan tidak masuk akal oleh saya sebagai manusia yang masih percaya dengan tuhan dan Islam beserta ajarannya...dan alasannya hanya karena nenek itu mencoblos Ahok dan pasangannya saat berada di TPS yang akibatnya sampai keluarganya dikucilkan...
Pertanyaan saya : "DIMANAKAH KEWARASAN MANUSIA-MANUSIA TERSEBUT YANG KATANYA MENYEBUT DIRI MEREKA MUSLIM?"....
Jangan hanya karena alamarhumah itu mencoblos Ahok saat di TPS,lalu beranggapan nenek itu adalah rombongan penista agama..sekali lagi..jangan kaitkan agama dengan politik karena dalam Islam tidak ada hal yang seperti itu...
Pertanyaan saya: "MANA YANG JAUH LEBIH MENISTAKAN AGAMA,..KALIAN YANG TIDAK MAU MENYALATKAN JENAZAH SEOANG MUSLIM ATAU AHOK YANG MANA MENJADI KORBAN FITNAH KALIAN HANYA KARENA VIDEO EDITAN ITU?"..
Saya bukan membela Ahok,tapi bagi saya kasus Ahok hanya kasus urusan pribadi dari pihak-pihak pengecut yang tidak suka dengan Ahok lalu mengalihkan isu tersebut kesana hingga kekacauan itu terjadi sampai sekarang...Dan ini sudah sangat melewati batas sebagai manusia yang beradab dan berakal.
Sungguh sangat menyedihkan melihat sesama muslim bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan saat pemilu kepala daerah bahkan sampai saling ancam dan menyebut yang berbeda dari mereka itu adalah kafir atau penista bahkan tulisan dari seorang musisi stres yang kalah dalam Pilkada sangat tidak pantas untuk dibaca oleh anak kecil dan bagi saya itu hanya sikap pengecut yang sok paham dengan agama yaitu Islam...
dalam pandangan saya,kekacauan yang terjadi sampai sekarang adalah berawal dari MUI Pusat yang telah menyebabkan gesekan dan pastinya akan berujung konflik antar agama yang dimulai dari fatwa yang menurut saya sangat konyol tanpa melakukan kajian terlebih dahulu lalu berdalih itu merupakan sikap keagamaan tanpa bicara terlebih dahulu dengan orang yang disangkakan menista agama yaitu Ahok...Ketua MUI Pusat sudah melakukan kesalahan paling fatal dalam keluarnya fatwa konyol itu tanpa berbicara terlebih dahulu tentang kebenarannya dan lihatlah akibatnya sekarang....
Sebagai Ketua MUI yang katanya adalah seorang kiai,harusnya bisa bersikap lebih bijak dalam melihat masalah ini..sebagai orang yang dituakan dan dihormati,harusnya Kiai tersebut bersikap layaknya sebagai seorang ayah yang menasehati anaknya...Minta Ahok datang Ke MUI,lalu bicara 4 mata tentang dugaan penistaan agama oleh Ahok..dengarkan penjelasan dia terlebih dahulu....jangan seenaknya mengeluarkan fatwa yang bisa berakibat buruk bagi kehidupan beragama di negeri ini seperti yang terjadi baru-baru ini yang menimpa seorang nenek yang jenazahnya ditelantarkan oleh warga sekitar hanya karena masalah konyol ini..
ingat,cap Penista agama yang diberikan pada Ahok selama ini bagi saya adalah fitnah semata..sekalipun banyak ahli yang mengakunya paham dengan agama dll yang bersaksi di pengadilan,tetap saja tidak mampu membuktikan kalau Ahok bersalah..Jadi berpikir jernihlah sebelum mengeluarkan fatwa-fatwa yang hanya akan menghancurkan negeri ini....
Saya mau bertanya pada Ketua MUI Pusat "BAGAIMANA DENGAN POLITISI YANG MANA SAAT KAMPANYE MENGGUNAKAN AYAT AL MAIDAH ITU TAPI JUSTRU DIGUNAKAN UNTUK MENJATUHKAN LAWANNYA YANG BERBEDA AGAMA DENGAN POLITISI TERSEBUT DENGAN MENJELEKKAN AGAMA LAWANNYA?"
Buktinya ada,bisa searching di google kalau mau...dengan hal itu,apakah MUI masih membiarkannya hanya karena politisi itu muslim?.Bagi saya negeri ini sudah mulai kehilangan pedoman yaitu "SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA"....Manusia-manusia yang ngakunya muslim itu tampaknya ingin menjadikan negeri ini sebagai negeri yang berdasarkan satu agama saja tanpa memandang pemeluk agama lainnya yang mana menjadi minoritas di negeri ini...dan itu sudah mulai terjadi...
Sekarang harapan untuk mengembalikan pedoman hidup yang berlandaskan BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA ada pada lembaga masyarakat adat di negeri ini...hanya itu harapan kita satu-satunya untuk mengembalikan semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA menjadi pedoman kita ke depan...Slogan "KITA ADALAH INDONESIA dan INDONESIA ADALAH KITA" harus terus digaungkan agar manusia-manusia picik itu bisa sadar...
Kita hanya manusia..yang bisa kita lakukan hanya 4 hal saja yaitu "MENGINGATKAN,MENASEHATI,MEMAAFKAN dan MERANGKUL"...Hanya itulah yang bisa kita lakukan...lain dari itu,maka itu adalah urusan dengan tuhan di akhirat nanti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar