Sabtu, 11 Maret 2017

SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA YANG MULAI LUNTUR!

TERKEJUT...

PRIHATIN...

SEDIH....

MARAH...

KECEWA....


Itulah ekspresi saya saat membaca artikel di internet hari ini..Yang mana Islam sudah jauh menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya dan semua itu hanya karena emosi dalam pilkada yaitu DKI...Sangat disayangkan sekali bahwa ada seorang nenek yang meninggal dunia tapi jenazahnya justru ditelantarkan oleh pihak mushalla saat mau dishalatkan dan akan dikuburkan dengan berbagai alasan yang bagi saya sangat tidak rasional dan tidak masuk akal oleh saya sebagai manusia yang masih percaya dengan tuhan dan Islam beserta ajarannya...dan alasannya hanya karena nenek itu mencoblos Ahok dan pasangannya saat berada di TPS yang akibatnya sampai keluarganya dikucilkan...

Pertanyaan saya : "DIMANAKAH KEWARASAN MANUSIA-MANUSIA TERSEBUT YANG KATANYA MENYEBUT DIRI MEREKA MUSLIM?"....

Jangan hanya karena alamarhumah itu mencoblos Ahok saat di TPS,lalu beranggapan nenek itu adalah rombongan penista agama..sekali lagi..jangan kaitkan agama dengan politik karena dalam Islam tidak ada hal yang seperti itu...

Pertanyaan saya: "MANA YANG JAUH LEBIH MENISTAKAN AGAMA,..KALIAN YANG TIDAK MAU MENYALATKAN JENAZAH SEOANG MUSLIM ATAU AHOK YANG MANA MENJADI KORBAN FITNAH KALIAN HANYA KARENA VIDEO EDITAN ITU?"..

Saya bukan membela Ahok,tapi bagi saya kasus Ahok hanya kasus urusan pribadi dari pihak-pihak pengecut yang tidak suka dengan Ahok lalu mengalihkan isu tersebut kesana hingga kekacauan itu terjadi sampai sekarang...Dan ini sudah sangat melewati batas sebagai manusia yang beradab dan berakal.

Sungguh sangat menyedihkan melihat sesama muslim bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan saat pemilu kepala daerah bahkan sampai saling ancam dan menyebut yang berbeda dari mereka itu adalah kafir atau penista bahkan tulisan dari seorang musisi stres yang kalah dalam Pilkada sangat tidak pantas untuk dibaca oleh anak kecil dan bagi saya itu hanya sikap pengecut yang sok paham dengan agama yaitu Islam...

dalam pandangan saya,kekacauan yang terjadi sampai sekarang adalah berawal dari MUI Pusat yang telah menyebabkan gesekan dan pastinya akan berujung konflik antar agama yang dimulai dari fatwa yang menurut saya sangat konyol tanpa melakukan kajian terlebih dahulu lalu berdalih itu merupakan sikap keagamaan tanpa bicara terlebih dahulu dengan orang yang disangkakan menista agama yaitu Ahok...Ketua MUI Pusat sudah melakukan kesalahan paling fatal dalam keluarnya fatwa konyol itu tanpa berbicara terlebih dahulu tentang kebenarannya dan lihatlah akibatnya sekarang....

Sebagai Ketua MUI yang katanya adalah seorang kiai,harusnya bisa bersikap lebih bijak dalam melihat masalah ini..sebagai orang yang dituakan dan dihormati,harusnya Kiai tersebut bersikap layaknya sebagai seorang ayah yang menasehati anaknya...Minta Ahok datang Ke MUI,lalu bicara 4 mata tentang dugaan penistaan agama oleh Ahok..dengarkan penjelasan dia terlebih dahulu....jangan seenaknya mengeluarkan fatwa yang bisa berakibat buruk bagi kehidupan beragama di negeri ini seperti yang terjadi baru-baru ini yang menimpa seorang nenek yang jenazahnya ditelantarkan oleh warga sekitar hanya karena masalah konyol ini..

ingat,cap Penista agama yang diberikan pada Ahok selama ini bagi saya adalah fitnah semata..sekalipun banyak ahli yang mengakunya paham dengan agama dll yang bersaksi di pengadilan,tetap saja tidak mampu membuktikan kalau Ahok bersalah..Jadi berpikir jernihlah sebelum mengeluarkan fatwa-fatwa yang hanya akan menghancurkan negeri ini....

Saya mau bertanya pada Ketua MUI Pusat "BAGAIMANA DENGAN POLITISI YANG MANA SAAT KAMPANYE MENGGUNAKAN AYAT AL MAIDAH ITU TAPI JUSTRU DIGUNAKAN UNTUK MENJATUHKAN LAWANNYA YANG BERBEDA AGAMA DENGAN POLITISI TERSEBUT DENGAN MENJELEKKAN AGAMA LAWANNYA?"

Buktinya ada,bisa searching di google kalau mau...dengan hal itu,apakah MUI masih membiarkannya hanya karena politisi itu muslim?.Bagi saya negeri ini sudah mulai kehilangan pedoman yaitu "SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA"....Manusia-manusia yang ngakunya muslim itu tampaknya ingin menjadikan negeri ini sebagai negeri yang berdasarkan satu agama saja tanpa memandang pemeluk agama lainnya yang mana menjadi minoritas di negeri ini...dan itu sudah mulai terjadi...

Sekarang harapan untuk mengembalikan pedoman hidup yang berlandaskan BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA ada pada lembaga masyarakat adat di negeri ini...hanya itu harapan kita satu-satunya untuk mengembalikan semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA menjadi pedoman kita ke depan...Slogan "KITA ADALAH INDONESIA dan INDONESIA ADALAH KITA" harus terus digaungkan agar manusia-manusia picik itu bisa sadar...

Kita hanya manusia..yang bisa kita lakukan hanya 4 hal saja yaitu "MENGINGATKAN,MENASEHATI,MEMAAFKAN dan MERANGKUL"...Hanya itulah yang bisa kita lakukan...lain dari itu,maka itu adalah urusan dengan tuhan di akhirat nanti...

Sabtu, 04 Maret 2017

MY REQUEST TO JOKO WIDODO

Sebelumnya saya ingin mengucapkan "WELCOME TO INDONESIA KING SALMAN bin ABDUL AZIZ Al SAUD"...

Oke,..ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan pada Bapak Presiden JOKO WIDODO dan ini menyangkut pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan,Sumatera Barat dan juga yang lainnya...

1.INVESTASI PARIWISATA DI KAWASAN MANDEH,Tarusan...(Kab.Pesisir Selatan).

Sebagai warga Kabupaten Pesisir Selatan,..jujur saja saya sangat mendukung rencana investasi yang ingin mengembangkan pariwisata di Mandeh,Tarusan oleh investor dari Arab Saudi yang mana ditawarkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya...Tapi ada beberapa hal yang semestinya dipertimbangkan dulu oleh pemerintah pusat sebelum memberikan izin apalagi ini terkait dengan masyarakat yang tinggal di kawasan itu,apalagi mereka merasa dipinggirkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan karena Pemkabnya tidak mau duduk bersama untuk melakukan dialog tentang rencana apapun di Kawasan tersebut,apalagi ini menyangkut potensi pariwisatanya...

Contoh nyatanya saja apa yang terjadi pada Pulau Cubadak itu..Bapak pasti tahu apa yang terjadi saat bapak bekunjung kesana.Pulau tersebut sudah disalahgunakan oleh pengelola asing itu dengan menjadikan pulau tersebut sebagai wisata eksklusif,yang mana dibatasi pengunjungnya dan bagi saya ini adalah pelanggaran hukum terhadap pengelolaan kawasan wisata yang seharusnya menjadi kawasan wisata komersil...Selama ini Pemkab dan masyarakat Mandeh tidak mendapatkan keuntungan apapun dari pulau tersebut.

"BAGAIMANA DAERAH KAMI BISA MAJU DARI SEKTOR PARIWISATA JIKA SALAH SATU ANDALANNYA MASIH DIKUASAI ASING DENGAN PENYALAHGUNAAN HAK KELOLA WISATA?"...

Saya hanya ingin meminta dengan sangat pada bapak agar meninjau kembali isi kontrak tersebut karena Pulau tersebut sudah menjadi pulau privat yang bisa saja mereka menanam tumbuhan narkotik dan itu bisa saja apabila tidak ada ketegasannya dari Pemprov dan Pemkabnya apalagi perbuatan pengelola tersebut sangat keterlaluan dan membuat malu saya dan warga Pesisir Selatan lainnya.Yang saya dan warga Pesisir Selatan inginkan adalah:

"KEMBALIKAN PENGELOLAAN PULAU CUBADAK PADA PEMKAB atau PADA MASYARAKAT MANDEH"....

Itu saja permintaan saya dan tentu saja itu adalah harapan seluruh warga Pesisir Selatan,khususnya Mandeh...

Saya dan seluruh warga Pesisir Selatan khususnya warga Mandeh berharap pada bapak ditengah ketidakseriusan Pemkab dalam pengembangan potensi wisata di daerah ini dan yang kami inginkan hanya itu...jadi saya berharap bapak agar mau memutuskan segera kontrak tersebut agar pengembangan wisata komersil di daerah kami bisa lebih maksimal dan tidak ada lagi pembatasan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut...Jika bapak bisa melakukan itu,maka seluruh warga Pesisir Selatan khususnya warga Mandeh akan siap berada di belakang bapak jika terjadi gugatan oleh mereka...

Terkait rencana investasi di kawasan Mandeh oleh investor Arab Saudi,alangkah baiknya tidak ada lagi privatisasi sebuah kawasan atau pulau oleh mereka..mereka boleh saja membangun resort atau apalah itu,tapi alangkah baiknya bapak bersama investor tersebut duduk bersama dengan Masyarakat Mandeh untuk melakukan dialog tentang rencana tersebut...Masyarakat Mandeh saya yakin sangat mendukung rencana itu jika mereka diikutsertakan karena selama ini mereka seperti warga terasing yang tidak pernah dianggap oleh pemkabnya...contoh nyatanya adalah masih belum beresnya akses jalan ke kawasan Mandeh dari Tarusan...

Jadi sekali lagi saya minta pada Bapak,agar bapaklah yang turun langsung menemui masyarakat Mandeh dan dengarkanlah apa yang menjadi keluhan mereka sampai sekarang..dengan begitu,bapak akhina tahu dengan jelas apa yang terjadi selama ini terhadap mereka yang tinggal di kawasan itu...

KUNCINYA ADALAH "TIDAK ADA PRIVATISASI KAWASAN WISATA OLEH ASING"..

2.Dan yang kedua adalah ISU ADANYA IZIN MENANGKAP IKAN OLEH NELAYAN TRADISIONAL YANG HARUS DIMINTA PADA DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Isu ini saya dengar dari beberapa orang nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan yang mana harus meminta izin pada dinas tersebut hanya untuk menangkap ikan di sekitar pantai...jika ini benar,maka ini sudah sangat keterlaluan sekali..dan saya ingin bapak meminta pertanggungjawaban Ibu Susi Pudjiastuti terkait isu ini karena yang diberlakukan ini adalah nelayan tradisional yang hanya menggunakan jaring,sampan dan beberapa orang untuk menarik jaring tersebut dari laut dan mereka sudah melakukannya puluhan tahun..

Dengan aturan itu(jika benar),maka kampanye "GERAKAN MAKAN IKAN" Oleh Pemkab Pesisir Selatan akan sia-sia akibat aturan ini yang justru tidak ada untungnya bagi pemerintah..apalagi saat ini pasokan ikan di sini masih kurang dan harapannya tentu pada nelayan tradisional disini..jadi saya harap,Bapak bisa meminta penjelasan pada Ibu Susi terkait isu ini..

Hanya itu yang ingin saya tanyakan..saya harap di bawah kepemimpinan bapak,negeri ini bisa jauh lebih baik dari yang sebelumnya... #IndonesiakuHebat