PANCASILA sebagai dasar negara harus selalu ada dalam hati kita..NKRI HARGA MATI!
Rabu, 19 April 2017
VICTORY WITHOUT HONOUR!
Judul yang tertulis,rasanya pantas untuk kemenangan yang diraih dalam Pilkada DKI saat ini...
Kemenangan paslon nomor 3 bagi saya tidak ada artinya sama sekali karena diraih justru bukan dengan cara yang elegan dan gentle layaknya ksatria yang menang di medan perang...Dan mereka sukses meraihnya dengan cara layaknya pecundang dengan melakukan semua tindakan yang bagi saya sungguh sangatlah memalukan...
`1.Mereka sukses mencemarkan nama baik Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dengan menyebar fitnah yang menurut saya sungguh sangat keji dan tidak beradab yaitu "PENISTAAN AGAMA" yang dialamatkan pada Ahok melalui sebuah video editan yang disebarkan oleh Buni Yani yang disertai tulisan meskipun dia membantah bukan dia yang merekam dan menyebarkannya hingga membuat emosi manusia yang katanya muslim terpancing dan membuat kekacauan di ibukota negara itu.
2.Mereka sukses melakukan tekanan pada MUI dengan menuntut dikeluarkannya fatwa konyol yang dikeluarkan oleh orang yang katanya ulama yaitu Maaruf Amin dengan memprovokasi seluruh masyarakat untuk melakukan unjuk rasa besar-besaran dengan dalih "MEMBELA ISLAM" dengan berbagai tanggal yang mungkin menurut mereka tepat dan cocok,untuk menuntut Ahok diadili dan dipenjarakan atas dugaan "PENISTAAN AGAMA" hingga membuat POLRI "TAKUT" dengan tekanan dan ancaman dari mereka hingga membuat POLRI segera melakukan pemeriksaan dan menjadikan Ahok Tersangka tanpa melewati penyidikan terlebih dahulu.
3.Mereka sukses melakukan berbagai teror pada warga DKI,intimidasi pada warga,pengancaman pada warga jika memilih Ahok yang mana kita sama-sama tahulah seperti apa ancaman itu,..dan memasang spanduk bernada provokatif di seluruh Jakarta dengan berbagai tulisan yang bernada negatif...
4.Mereka sukses mengalahkan Ahok melalui dukungan 3 stasiun TV dalam 1 perusahaan yang mana menjadi pendukungnya dengan terus memberitakan Ahok dengan pemberitaan yang sangat menyudutkan dan sangat tidak berimbang dan selalu mencari pembenaran sendiri hingga membuat opini masyarakat terbentuk hingga sentimen agama sangat terasa dalam Pilkada kali ini yang bagi saya Pilkada DKI hari ini sungguh sangat memalukan...
Bagi saya,kemenangan mereka tidak diraih dengan cara selayaknya pemenang,karena diraih dengan meminta "BANTUAN" Ormas yang bagi saya sangat radikal dan tidak mengerti keberagaman dalam kehidupan beragama dan sangat anti TOLERANSI dan anti PANCASILA....dan kemenangan mereka itu membuktikan kalau mereka itu tidak punya kemampuan untuk memmimpin daerah khususnya Jakarta dengan segala ragam masalahnya...
Bagi saya AHOK dan DJAROT dalam hal ini tidak kalah...AHOK dan DJAROT tetap adalah pemenang yang sebenarnya....AHOK dan DJAROT hanya dikalahkan oleh manusia-manusia yang memiliki cara pandang yang sempit hingga melakukan segala hal yang sebenarnya sangat dilarang dalam agama yaitu menyebar fitnah untuk menjatuhkan dan mengalahkan mereka berdua hingga menyebabkan sentimen agama yang berujung sikap diskriminasi yang mana sedang terjadi saat ini di Jakarta...
Dengan kemenangan mereka itu,maka saya yakin wajah Jakarta tidak akan berubah ke arah yang lebih baik,tapi justru menjadi lebih buruk dan akan banyak terjadi kompromi-kompromi yang akan berakibat pada ketidaktegasan dan program-program yang ditawarkan sesungguhnya itu hanya janji saja karena program-program seperti itu akan membutuhkan banyak dana yang mana akan berimbas pada beban APBD nantinya..
Saya melihat kemenangan itu hanya basa-basi saja,karena saya melihat ada rencana terselubung yang akan muncul yang mana akan berakibat buruk pada kehidupan masyarakat kedepannya...Tapi itulah politik..jika tidak punya kemampuan,maka akan menghalalkan segala cara hanya untuk sebuah jabatan tanpa memikirkan rasa malu yang akan ditanggung nantinya...
Peringatan saya pada KPU...saya ingin KPU lebih tegas dalam penyelenggaraan pemilu karena akibat ketidaktegasan itu,Ahok dan Djarot kalah dengan tidak adil..kedepannya saya ingin KPU lebih baik dalam penyelenggaraan PEMILU,jangan sampai yang maju dalam pemilu yang berbeda agama sudah kalah sebelum bertanding akibat Isu SARA hingga hak-hak mereka sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih menjadi hilang dan terampas...Lebih baik Pemilu Presiden menggunakan sistem E-VOTING agar tidak ada lagi ancaman-intimidasi-teror terhadap seluruh warga negara Indonesia dengan alasan apapun termasuk penggunaan isu SARA yang bagi saya sungguh sangat menyedihkan....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar