Kamis, 14 Juli 2011

JAKARTA HARUS MENGEMBALIKAN FUNGSI BIS TINGKAT SEPERTI DULU



Kemacetan di Jakarta sudah semakin parah dan tidak mungkin lagi bisa diatasi ataupun dikurangi tingkat kemacetan itu.Yang sangat saya sayangkan terhadap modernisasi yang kebablasan yang terjadi di Jakarta akibat tata ruang kota yang sangat buruk dan sangat tidak layak adalah hilangnya alat transportasi yang mana zaman dulu adalah kebanggaan Jakarta dan sudah menjadi ikon pada zamannya.Seharusnya pemerintahan terdahulu tidak boleh terlalu mengacu pada kata "GLOBALISASI" dan "MODERNISASI" hingga menjadikan kawasan Jakarta yang dulu asri dan menjadi kebanggaan menjadi kawasan beton dan mengakibatkan menyempitnya ruang hijau,jalan dan lahan-lahan untuk kepentingan umum akibat keserakahan atas uang...



Pemprov DKI pada era sekarang sudah tidak memperdulikan apa yang menjadi keresahan warganya dan tidak mau mendengar apa yang menjadi keluhan warganya serta turis asing yang datang ke Jakarta.Yang mereka perdulikan adalah hanya uang tanpa melihat apa dampak paling buruk atas keserakahan itu dan yang jadi korbannya adalah masyarakat Jakarta itu sendiri.




Pemprov DKI harusnya melihat negara lain yang sangat sukses dalam hal mengatasi kemacetan dan juga keberhasilan negara-negara tersebut dalam hal sosialisasi atas ide-ide pada seluruh warganya.Dan seharusnya Pemprov DKI melakukan itu pada warganya agar tidak selalu terjadi pertentangan yang akhirnya berujung baku hantam.Pemprov DKI harusnya melihat dan turun kejalan agar bisa melihat kenyataan yang sebenarnya terjadi bukannya hanya duduk diam tanpa melakukan sesuatu yang bisa memberikan perubahan yang berarti untuk masyarakat Jakarta.



Sudah saatnya Pemprov DKI melakukan sesuatu meskipun itu sudah terlambat tapi setidaknya bisa mengurangi sedikit kemacetan dan hal paling penting yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi alat transportasi yang zaman dulu menjadi kebanggaan masyarakat ibukota dan Pemprov DKI jangan gengsi untuk mengadaptasi cara mengatasi kemacetan dari negara-negara yang sukses melakukannya.





Caranya adalah dengan mengembalikan keberadaan bis tingkat sebagai alat transportasi lagi dan menutup Busway dan memberikan jalur itu untuk bis tingkat tapi dengan catatan bis-bis tingkat tersebut harus seperti bis tingkat yang ada di Singapura dan harus banyak jumlahnya dan juga yang paling penting adalah ketepatan waktu dan harus melakukan promosi-promosi melalui media atau Gubernurnya sendiri juga ikut serta dalam promo tersebut dan Pemprov DKI harus benar-benar memberikan jaminan keamanan,kenyamanan pada semua warganya...

a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinjDuSQAfTVkTldvrHkfVR6b96hLd8MHUTP24CLCiqBww-Zv4IMUbDvcVFARHNJIDDQAzbVXZ7gGmenxzkgVueb2-G6uczI3wMYXHhXmtAV4Ld5P71BKIXPplBH4MY3zaTK8mVX7qcosE/s1600/Misteri+Bus+Tingkat.jpg">

Pertanyaannya adalah : "APAKAH PEMPROV DKI MAMPU MELAKUKAN ITU?".

Apalagi ditambah dengan perilaku warganya yang tidak tertib dan juga selalu melakukan hal-hal yang mengganggu dan meresahkan warga sekitar dan menurut saya jika tingkah laku warganya tidak bisa dirubah maka akan sulit bagi Pemprov DKI untuk menjalankan rencana tersebut dan sampai kapanpun Jakarta sebagai ibukota negara tidak akan mampu sejajar dengan negara lain dalam hal mengatasi kemacetan seperti yang ada di Amerika Serikat yang mana sekarang telah sukses besar dalam menekan kemacetan dengan membuat ide-ide brilian seperti penyewaan sepeda dengan alat canggih dan tidak akan bisa dicuri oleh siapapun karena Amerika telah mengeluarkan peraturan yang tegas dan keras dan jika ide tersebut dijalankan di Jakarta maka itu akan berakhir dengan pencurian...




TO BE CONTINUED

Tidak ada komentar: